Home » Uncategorized » Kitab Puisi ITB: Suara-Suara Terpendam

Kitab Puisi ITB: Suara-Suara Terpendam

Blog Stats

  • 53,378 hits

Categories

Flickr Photos

More Photos

Top Clicks

  • None

Alhamdulillah. Setelah mengarungi waktu setahun lebih, akhirnya antologi ITB Berpuisi itu membentuk wujud sejati. Hard cover, 232 halaman. Anggun.

AntoloRasanya gembung dada kami dengan dokumentasi yang sederhana namun elegan ini.

Terima kasih untuk Pak Hatta Rajasa yang berkenan memberi pengantar. Terima kasih untuk Agus Suwage yang memberi ilustrasi tentang “ngumpulke balung pisah”. Terima kasih untuk Iksaka Banu yang merancang sampulnya. Rasanya seluruhnya masih membawa alir darah ITB.

Terima kasih untuk penerbit Pena Kencana yang telah melahirkan buku ini. Dan sejumlah teman yang membantu seperti Endo Senggono (PDS HB Jassin), Eva Muliati (Komunitas Sastra Indonesia), Bhardi Libra (lay outer dan supervisi percetakan), Mas Kris Manggolo (alumni ITB) yang menemani beberapa kali pertemuan, serta yang tak kalah penting, John Heilmy (wakil sekjen IA ITB); terima kasih kami haturkan.

Cuplikan dari pengantar, paragraf pertama, sungguh menarik:
Setidaknya ada dua fakta yang hadir di Indtitut Teknologi Bandung (ITB). Pertama, ITB tidak memiliki Fakultas Sastra. Kedua, para alumnus ITB yang sudah dijamin menyandang gelar ilmuwan, teknokrat, atau senirupawan, sebagian di antara mereka ternyata adalah “penyair”. Baik mereka yang sungguh-sungguh menjadi penyair maupun yang pandai menulis puisi untuk kebutuhan lain, misalnya didendangkan atau menjadi semacam “buku harian” dari kegiatan rutin dalam pekerjaan formal.

Kini, tinggal, mau diluncurkan di mana dan kapan? Sebetulnya kami mengundang banyak teman untuk ngobrol soal ini di Restoran Anglo beberapa waktu lalu. Namun sebagian besar berhalangan hadir. Hanya kami berempat: Mas Slamet, Nirwan, Lukman, dan saya.

Ancang-ancang kami kurang lebih: launching di Bandung, mungkin dipilih Galeri Soemardja, sekitar Mei-Juni. Pembacaan, semacam reuni back to campus, makan dan minum, mendengarkan musik jazz ringan yang dimainkan teman-teman, lalu menyumbang sesuatu kepada kampus dan IA ITB.

Mari kita pikirkan sama-sama dengan rasa gembira.
Salam, Kef


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: