Home » publikasi » Kompromi Buntu, Buka Peluang Tokoh Muda Tampil

Kompromi Buntu, Buka Peluang Tokoh Muda Tampil

Blog Stats

  • 53,378 hits

Categories

Flickr Photos

More Photos

Top Clicks

  • None
Fadjroel mencoba membuka peluang capres kaum muda di MK

Fadjroel mencoba membuka peluang capres kaum muda di MK

Jum’at, 1 Mei 2009 – 07:45 wib Fitra Iskandar – Okezone JAKARTA – Partai politik masih menemui kebuntuan untuk memajukan calon presiden dan wakil presiden yang bakal maju dalam pemilihan presiden Juli mendatang. Kondisi ini di satu sisi menunjukkan alotnya kompromi antara partai politik, namun di sisi lain, dianggap sebagai blessing in disguise bagi munculnya pemimpin alternatif dari kalangan muda. “Ini semacam blessing in disguise, di mana saat elite berkelahi, kaum muda bisa tampil sebagai pemimpin,” ujar pengamat politik Fadjroel Rahman, saat berbincang dengan okezone, Jumat (1/5/2009). Fadjroel berpendapat partai politik sebaiknya memberikan kesempatan kepada kaum muda untuk tampil sebagai calon presiden atau wakil presiden. Hal ini sejalan dengan tren yang terjadi di lingkungan regional di mana para politisi muda bermunculan menggantikan pemimpin senior, mengikuti tren internasional seperti Obama di AS, dan Medvedev di Rusia. “Keikhlasan kaum tua untuk mundur terjadi dii Malaysia PM Abdullah Badawi digantikan Najib Tun Abdul Razak, di Singapura ada Lee Hsien Loong mengganti Goh Tok Chong yang sebelumnya mengganti Lee Kuan Yew yang menjadi Menteri Senior, juga di Thailand munculnya Abhisit Vejajiva melalui guncangan politik terhadap Thaksin Sinawatra,” terang Fadjroel. Fadjroel menyebut bahwa di Partai Golkar terdapat figur-figur muda yang layak dimajukan sebagai calon presiden atau wakil presiden, seperti Priyo Budisantoso, Ferry Mursyidan Baldan, Yuddy Chrisnandi, sementara di PDIP ada Puan Maharani, Pramono Anung, Budiman Sujatmiko. Di PKS ada Hidayat Nur Wahid dan Tifatul Sembiring. Partai Demokrat pun memiliki sejumlah nama yang kompeten untuk mengisi posisi calon wakil presiden, sebut saja Anas Urbaningrum, Sri Mulyani dan Andi Mallarangeng, bisa juga Rizal Mallarangeng. Jika memilih calon wakil presiden dari kaum muda, Partai Demokrat bisa memberi isyarat bahwa saat pemilu 2014, akan ada yang melanjutkan program mereka. “Untuk cawapres kaum muda ada peluang 90% di kubu SBY, Mega dan JK, tetapi untuk kabinet kaum muda ada peluang 99% untuk ketiga kubu. Regenerasi ini penting untuk mengabarkan kepada dunia, regional dan internasional, Indonesia tak kekurangan pemimpin nasional untuk menjadi Indonesia sejajar dengan bangsa-bangsa besar di dunia.” “Kalau anak-anak muda yang maju, para seniornya lah seperti JK, Megawati, bahkan SBY dan lain-lain, bisa menempati posisi di Dewan Pertimbangan Presiden untuk memberikan pengalamannya,” pungkasnya. (fit)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: