Home » liputan » UU Pilpres Dikepung Fadjroel, Yusril dan PBB

UU Pilpres Dikepung Fadjroel, Yusril dan PBB

Blog Stats

  • 53,378 hits

Categories

Flickr Photos

More Photos

Top Clicks

  • None
1. Kamis, 11/12/2008 17:54 WIB
UU Pilpres Dikepung Fadjroel, Yusril dan PBB
Didi Syafirdi – detikNews

Jakarta – Fadjroel Rachman mengikuti langkah Partai Bulan Bintang (PBB) mengajukan uji materi UU Pilpres ke Mahkamah Konstitusi. Hal ini dinilai menguntungkan karena UU Pilpres dikepung melalui dua titik yakni jalur independen dan jalur partai politik.

“Kita kepung melalui dua titik ini bisa bersinergi lebih menguntungkan,” ujar capres independen Fadjroel Rachman, di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jl Medan Merdeka Barat, Kamis (11/12/2008).

Menurut Fadjroel, jalur parpol dan independen akan sangat kuat. “Kita akan buka persepsi UU yang menempatkan parpol ikut pemilu dengan syarat,” jelasnya.

Saat ini, lanjut Fadjroel, sudah ada beberapa ahli yang mendukung capres independen. Mereka akan memberikan keterangan ahli dipersidangan.

“Pak Habibie, Pak Sultan, Gus Dur sudah mendukung,” tandasnya.

Fadjroel Rachman bersama Mariana Amiruddin dan Bob Febrian mengajukan permohonan uji materil UU No 42 Tahun 2008 ke MK tentang Pemilihan Umum
Presiden dan Wakil Presiden.(did/gus)

2. Kamis, 11/12/2008 17:23 WIB
Fadjroel Optimis Capres Independen Bisa Ikut Pemilu 2009
Didi Syafirdi – detikNews

Jakarta – Jika Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan gugatan uji materi UU Nomor 42 Tahun 2008 tentang Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, Fadjroel Rahman optimis calon presiden independen dapat berlaga dalam pemilu 2009 nanti.

“Bila diizinkan oleh MK, capres independen bisa berlaga pada pemilu 2009,” ujar Fadjroel Rahman kepada wartawan di Gedung MK, Jl Medan Merdeka Barat, Kamis (11/12/2008).

Menurut Fadjroel, bila MK ambil jalan cepat, waktu 8 bulan cukup panjang bagi capres independen untuk ikut pemilu. “Kita akan minta Perppu, jangan revisi UU karena akan memakan waktu lama,” imbuhnya.

Fadjroel mengaku Partai Bintang Reformasi (PBR), Dewan Integritas Bangsa (DIB) sudah menghubunginya untuk bergabung dalam konvensi. “Saya bilang terima kasih, saya tetap perjuangkan jalan independen,” kata Fadjroel.

Demokrasi, lanjut Fadjroel, pemilihan eksekutif dan kegislatif bisa melalui 2 jalur. “Lewat Independen dan parpol,” tandasnya.

Fadjroel Rahman bersama Mariana Amiruddin dan Bob Febrian mengajukan permohonan uji materil UU No 42 Tahun 2008 ke MK tentang Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden.(did/gah)

3. Kamis, 11/12/2008 16:03 WIB
Fadjroel Rachman Kembali Ajukan Uji Materi UU Pilpres
Didi Syafirdi – detikNews

Jakarta – Fajroel Rachman kembali mengajukan permohonan uji materiil terhadap beberapa pasal yang terdapat dalam UU No 42/2008 tentang Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden. Permohonan itu diajukan karena UU tersebut dinilai melanggar hak konstitusional warga negara.

“Hak warga negara seperti terhalangi dan tertutup,” ujar kuasa hukum Fadjroel, Taufik Basari, yang mendampinginya mendatangi Gedung MK di Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Kamis (11/12/2008).

Taufik mengatakan hal itu terkait dengan aturan dalam UU tersebut yang mengatakan pasangan capres/cawapres harus diusung oleh parpol atau kumpulan parpol. Aturan tersebut menghalangi kandidat yang berasal dari nonpartai atau independen. Fadjroel sebagai orang yang telah mendeklarasikan diri sebagai capres dari jalur independen merasa dirugikan dengan aturan tersebut.

Menurut Fadjroel, jika nanti MK mengabulkan permohonan uji materi itu, berarti hak konstitusional warga negara Indonesia sudah kembali. “Apabila kami menang, 171 juta jiwa warga Indonesia memiliki kesempatan untuk menjadi presiden,” jelasnya.

Permohonan uji materiil itu diajukan Fadjroel Rahman, Mariana Amiruddin, dan Bob Febrian. Mereka menilai pasal 1 ayat 4, pasal 8, pasal 9, dan pasal 13 ayat 1 dalam UU Pilpres bertentangan dengan pasal 27 ayat (1), pasal 28 D ayat (1) dan ayat (3), dan pasal 28 I ayat (2) jo pasal 1 ayat (2) UU 1945.

Fadjroel dan kawan-kawan bukan satu-satunya kelompok yang mengajukan permohonan uji materiil terhadap UU Pilpres. Sebelumnya Yusril Ihza Mahendra juga mengajukan permohonan uji materiil terhadap UU Pilpres pada 2 Desember lalu, meski pasal yang dipersoalkan berbeda, yakni tentang syarat dukungan capres 20 persen kursi atau 25 persen suara.

Selain itu, 8 parpol juga berencana mengajukan permohonan serupa, di antaranya Hanura, PKNU, dan Partai Buruh. Mereka mempersoalkan syarat dukungan 20 persen kursi atau 25 persen suara untuk mengusung capres.
(did/sho)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: