Home » Kegiatan » Proklamasi FADJROEL for PRESIDENT 2009

Proklamasi FADJROEL for PRESIDENT 2009

Blog Stats

  • 53,378 hits

Categories

Flickr Photos

More Photos

Top Clicks

  • None

Proklamasi Fadjroel for President 2009 dibuat di hadapan Bung Karno dan Bung Hatta di Tugu Proklamasi Jalan Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta. Kenapa di hadapan Bung Karno dan Bung Hatta? Karena visi Bung Karno dan Bung Hatta serta para Bapak dan Ibu Bangsa yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 yang diperjuangkan Fadjroel sebagai visi untuk presiden 2009. Visi Bung Karno, Bung Hatta dan Bung Fadjroel adalah ” Pemerintahan Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial,…dengan berdasarkan kepada: Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia, dan Kerakyatam yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.”


10 Comments

  1. Tara says:

    Sip Mas!
    Saya salah satu supporternya.
    Mas, aku nggak punya facebook dan males bikin account disana. Saya gabungnya disini aja ya..
    Saya bikin link di blog saya deh..

  2. Bung fadjroel, apa benar deklarasi anda for president 2009 akan dilakukan tanggal 28 Oktober 2008? Boleh tahu agendanya apa saja. Thanks.

  3. tdy says:

    luar biasa bung Fadjroel! saya nantikan kiprah bung dalam pentas calon presiden 2009 nanti!

  4. annelis says:

    Bang Fajroel katanya barusan di MetroTV akan ada donasi untuk pembiayaan kampanye anda, hanya 10.000 rupiah per orang kan? Enggak boleh lebihkah Bang Fajroel? Mana infonya? bagemana caranya? udah gak tahan nih mau ngirim buat nyuksesin kampanye anda.

  5. aris says:

    saya dukung bung fadjroel jd Capres RI 2009.
    memang sudah saatnya kembali mewujudkan cita2 Indonesia sesuai Pancasila & UUD 1945.
    saya sependapat untuk nasionalisasi aset2 strategis Indonesia terutama sektor tambang dan migas.
    memang untuk menjadi Presiden RI dibutuhkan keberanian untuk maju bersaing dgn Capres yg lain dan benar2 dapat menjadi pemimpin yg jujur,amanah,bertanggung jawab,adil, dan mengutamakan kesejahteraan rakyatnya. bukan untuk menyejahterakan diri sendiri ataupun kelompoknya.

    Dibutuhkan seorang presiden yg visioner dan berani untuk memperjuangkan nasib rakyat. Rakyat Indonesia sendirilah yg menentukan nasib bangsa Indonesia, bukan dari negara lain dan korporat asing.

    Maju terus Bung Fadjroel !

  6. Munawar says:

    Salam kenal,

    Saya adalah seorang akademisi yang sedang melakukan penelitian di bidang saya khususnya politik dan komunikasi massa. Selama beberapa bulan terakhir saya mengamati blog anda, khususnya setelah anda mencalonkan diri menjadi presiden RI tahun 2009 yang akan datang.

    Ada beberapa hal menarik yang saya jumpai dari blog anda, khususnya respons anda terhadap para komentator di dalam blog. Sebagaimana blog lain yang merupakan sarana media publik, blog anda juga mencerminkan karakteristik pengelola yakni anda pribadi. Pertama, anda tampaknya tidak keberatan jika ada orang yang memuji atau berharap kepada tujuan-tujuan politik anda. Siapapun bisa memang bisa menyatakan dukungan terhadap apa yang anda kerjakan saat ini dan itu merupakan sebuah kewajaran. Kedua, anda mulai keberatan jika ada yang memberi komentar secara kritis atau bahkan ada yang mulai mencaci sebagai sebuah komentar. Hal ini juga wajar mengingat siapapun yang terjun ke dalam dunia politik memang sudah selayaknya memperhatikan pendapat-pendapat kritis dan mengelak terhadap penggunaan kalimat secara kasar. Ketiga, anda sangat keberatan jika ada yang mulai menyinggung sisi pribadi anda, seperti apa pekerjaan anda, siapa keluarga anda dan seterusnya. Hal inilah yang menjadi dasar peengamatan dan pertanyaan saya untuk anda selanjutnya.

    Dari pengamatan saya tersebut, saya melihat sebuah paradoks besar. Di satu sisi anda sedemikian terbuka terhadap apa yang anda pikirkan dan anda rasakan sebagai seorang Fadjroel Rachman. Akan tetapi di sisi lain, anda sedemikian tertutup dan berusaha untuk menutup reaksi yang muncul berkaitan dengan kehidupan anda pribadi sebagai seorang Fadjroel Rachman pula. Sebagai contoh gambaran, tidak ada seorangpun yang tahu latar belakang petinggi-petinggi Uni Soviet hingga masa Gorbachev berkuasa. Pada saat itu, dunia baru tahu dari media ada seorang Raisa Gorbachev. Padahal dalam masa sebelumnya yang sangat otoriter, informasi seperti ini sangat sulit diraih media karena memang ditutupi. Hadirnya Gorbachev memang membawa angin segar bagi demokratisasi dan juga keterbukaan informasi. Sebagai seorang politisi yang demokratis, saya pikir sudah seharusnya seseorang untuk siap terbuka secara pribadi. Bahkan seorang Bill Clinton pun yang pernah mengalami skandal, juga menganggap hal seperti itu adalah sebuah kewajaran untuk tampil terbuka karena faktor popularitas politik yang harus diraih.

    Saya amat menyayangkan jika pertanyaan-pertanyaan yang bersifat personal itu anda abaikan bahkan anda hapus dari blog. Mengapa demikian? Seperti apapun kritik itu, anda seharusnya bisa menerima dengan lapang dada dan bisa bercerita tentang bagaimana kehidupan anda pribadi. Ini sudah sewajarnya karena popularitas memang butuh pengorbanan berupa pemenuhan rasa ingin tahu publik terhadap idolanya. Semakin anda menutupi dengan menghapusnya dari blog, saya pikir publik justru akan semakin penasaran dan menganggap ada sesuatu yang anda tutupi dari kehidupan pribadi anda. Tidak heran jika selanjutnya pertanyaan-pertanyaan yang mengarah kepada gosip akan muncul. Sebagaimana layaknya selebritas, kehidupan anda sudah separuhnya menjadi milik publik dan seharusnya anda siap dengan hal itu. Agak aneh memang jika anda meggunakan dan mengakui blog sebagai sarana informasi atau kampanye bagi publik tapi anda melakukan sensor yang berkaitan dengan masalah kehidupan anda pribadi. Idealnya seorang capres dimanapun, bukan saja dikenal dan diterima lantaran gagasan-gagasan politiknya tetapi juga bagaimana publik melihat kehidupan pribadi yang merupakan karakteristik personal seseorang. Jika gagasannya demokratis tapi sikapnya otoriter, maka hal tersebut jelas menjadi paradoks yang layak dikritik dan dipertanyakan oleh publik. Anda sendiri tentunya paham mengapa publik akhirnya bersuara dengan cara-cara yang kasar dan anonim sebagai bentuk ketidakpuasan. “Siapa Fadjroel Rachman Sesungguhnya?” Mungkin kira-kira itu jadi pertanyaan banyak orang.

    Saya menyarankan agar paradoks besar yang muncul tersebut bisa diselesaikan dengan baik. Antara lain bisa dengan mengisi blog anda dengan bagaimana kehidupan anda sehari-hari. Apa pekerjaan yang sedang anda lakukan. Bagaimana anda mengatur organisasi-organisasi yang sekarang anda pimpin. Bagaimana kehidupan anda di rumah dalam mengasuh anak. Bagaimana pula harmonisnya keluarga anda. Hal tersebut sangat penting sebagai pencitraan yang positif terlebih anda mencalonkan diri sebagai Presiden RI. Bagi publik yang akan memilih anda, sosok pemimpin yang demokratis dan terbuka tidak saja ditampilkan dalam ide-ide besar tetapi juga rutinitas dan perilaku sehari-hari. Selain itu, sangat penting juga untuk menghapus kesan bahwa anda otoriter dan anti kritik. Publik Indonesia kini semakin kritis dan jeli dalam menentukan pilihan politiknya, maka sudah selayaknya anda mempertimbangkan hal itu. Dengan pencitraan politik yang baik dan keterbukaan informasi, saya pikir anda bisa meraih partisipan yang secara sadar mau memilih anda sebagai calon presiden yang relatif muda dan mengaku peduli terhadap perubahan. Terimasih dan Wassalam.

  7. Kurtubi says:

    Bang Fadjroel, dengar-dengar sudah ada ya blog Fadjroel Rachman Fans Club di http://www.fadjroelrachmanfansclub.blogspot.com Saya lihat bagus sekali tuh blognya. Gimana caranya ya buat nyumbang artikel? Makasih.

  8. nenk says:

    setuju dg pendapatnya Munawar.
    mau jadi pemimpin yg “beda” gimana kalo orangnya sama-sama nggak mau dikritik. yah, itu mah sama dengan pemimpin yg lainnnya donk! kalau berani, komen2 yg kritisnya nggak usah disensor.
    sampai saat ini gw tetp belum dapet figur idaman bakal calon presiden indonesia. ahhh, semuanya sama saja, nggak mau dikritik!!!

  9. Eddy Yanuardi says:

    Fadjroel mau jadi Presiden??….Apa nggak salah….Agamamu apa Djroel…??? Islam sptnya tidak….Kristen juga sptnya tidak….Bagaimana mau mengurus Negara kalau mengurus agama diri sendiri saja belum becus…..

  10. Eddy Yanuardi says:

    Beberapa kali saya menulis pertanyaan kritis, selalu dihapus…..Berarti anda tdk siap menerima pernyataan, pertanyaan kritis dan tdk sependapat dng anda. Sama saja dgn Presiden sebelumnya yang tidak mau dikritik….Sepertinya anda kebanyakan berteori…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: